Gw keluar dari warnet dengan perasaan resah karena pertanyaan terakhir dalam blog sebelumnya yang takut tidak akan terjawab
Tapi..
35 menit kemudian.. (tepatnya 35 menit 12 detik)
Adik gw, diaz, menelepon gw,
dalam pikiran gw, kayaknya orang bi,
tapi..
yang nelepon gw adalah Bapak Baginda Siahaan, salah satu orang yang gw email proposal gw
dan dia memberikan segudang nomor telepon pejabat, orang kaya dan pengusaha untuk ditelepon
dan parahnya, dia dukung abis acara ini ampe dia mau kerja bareng nyari duit buat acara ini.
Bagaimana gw kenal Bapak Baginda ini? (Sebenarnya gw manggil dia Bapauda)
Gw pernah ikut Seminar Sehari Bersama SIahaan. Itu tuh diadain sama organisasi yang menjadi wadah buat marga SIahaan, boru dan bere. Gw khan Marga SIahaan
KEbetulan gw dapat buku database-nya berisi sederetan daftar nama-nama Siahaan. Banyak baget yang udah jabatan tinggi.
Nah, gw lihat ada nama Bapak Baginda Siahaan, dia pejabat teras Pertamina dan anggota aktif di organisasi Siahaan ini. Oya, sekalian gw kirim ke F.Siahaan, direktur keuangan Pertamina. Bapauda Baginda inilah yang menelepon gw setelah membaca email yang gw kirim.
Dia antusias banget..
DAn tau apa yang saya pikirkan?
.................
..................
...................
Ini adalah hal yang tidak terpikirkan
tidak pernah terbayangkan
respons secepat ini
Dan Bapak Baginda ini udah forward email gw ke semua email pejabat penting SIahaan.
Puji Tuhan! Ini adalah jawaban yang sangat cepat.. di tengah kekhawatiran gw
Kini yang sedang lakukan selanjutnya adalah menelepon Bapatua dan Bapauda satu-satu
Ini janji saya:
Saya tidak akan melewatkan peluang ini..
Saya tidak akan mengecewakan yang memberi peluang ini..
Saya akan bekerja keras memaksimalkan peluang yang diberikan ini..
Saya belum tahu apakah ini jawaban untuk pertanyaan di blog sebelumnya
tapi.. satu yang pasti, niat yang tulus dan ikhlas akan selalu diberikan jalan oleh yang MahaKuasa
meskipun saya dan keluarga saya di HIMAKA UI adalah komunitas yang lemah dan powerless
"We're strong when we're in his Shoulder..(Josh Groban, Pray)"
Thanks Dad